Jumat, 03 Juli 2009

MATERI PHP

1. Pengenalan PHP

PHP (akronim dari PHP Hypertext Preprocessor) yang merupakan bahasa pemrogramman berbasis web yang memiliki kemampuan untuk memproses data dinamis.

PHP dikatakan sebagai sebuah server-side embedded script language artinya sintaks-sintaks dan perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan oleh server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa. Aplikasi-aplikasi yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan di server.

Pada prinsipnya server akan bekerja apabila ada permintaan dari client. Dalam hal ini client menggunakan kode-kode PHP untuk mengirimkan permintaan ke server (dapat dilihat pada gambar dibawah). Ketika menggunakan PHP sebagai server-side embedded script language maka server akan melakukan hal-hal sebagai berikut :

q Membaca permintaan dari client/browser

q Mencari halaman/page di server

q Melakukan instruksi yang diberikan oleh PHP untuk melakukan modifikasi pada halaman/page.

q Mengirim kembali halaman tersebut kepada client melalui internet atau intranet.

Mengapa PHP?

q PHP dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda (Windows, Linux, Unix, etc.)

q PHP merupakan web scripting open source

q PHP mudah dipelajari

2. Syntax PHP

Kode PHP disimpan sebagai plain text dalam format ASCII, sehingga kode PHP dapat ditulis hampir di semua editor text seperti windows notepad, windows wordpad, dll. Kode PHP adalah kode yang disertakan di sebuah halaman HTML dan kode tersebut dijalankan oleh server sebelum dikirim ke browser.

Contoh file PHP (contoh.php):

Print ("Contoh text yang menggunakan kode PHP");

?>

Pada file .html, HTTP server hanya melewatkan content dari file menuju ke browser. Server tidak mencoba untuk mengerti atau memproses file, karena itu adalah tugas sebuah browser.

Pada file dengan ekstensi .php akan ditangani secara berbeda. Yang memiliki kode PHP akan diperiksa. Web server akan memulai bekerja apabila berada diluar lingkungan kode HTML. Oleh karena itu server akan melewati semua content yang berisi kode HTML, CSS, JavaScript, simple text di browser tanpa diinterpretasikan di server.

Blok scripting PHP selalu diawali dengan . Blok scripting PHP dapat ditempatkan dimana saja di dalam dokumen. Pada beberapa server yang mendukung, blok scripting PHP dapat diawali dengan . Namun, untuk kompatibilitas maksimum, sebaiknya menggunakan bentuk yang standar ().

Setiap baris kode PHP harus diakhiri dengan semikolon (;). Semikolon ini merupakan separator yang digunakan untuk membedakan satu instruksi dengan instruksi lainnya.

PHP menggunakan // untuk membuat komentar baris tunggal atau /* dan */ untuk membuat suatu blok komentar.

3. Variabel PHP

Variabel digunakan untuk menyimpan suatu nilai, seperti text, angka atau array. Ketika sebuah variabel dibuat, variabel tersebut dapat dipakai berulang-ulang.

Pada PHP semua variabel harus dimulai dengan karakter '$'. Variabel PHP tidak perlu dideklarasikan dan ditetapkan jenis datanya sebelum kita menggunakan variabel tersebut. Hal itu berarti pula bahwa tipe data dari variabel dapat berubah sesuai dengan perubahan konteks yang dilakukan oleh user. Secara tipikal, variabel PHP cukup diinisialisasikan dengan memberikan nilai kepada variabel tersebut.

Contoh berikut akan mencetak "PHP" :

$text = "PHP";

print "$text";

Identifier dalam PHP adalah case-sensitive, sehingga $text dengan $Text merupakan variabel yang berbeda. Built-in function dan structure tidak case-sensitive, sehingga echo dengan ECHO akan mengerjakan perintah yang sama. Identifier dapat berupa sejumlah huruf, digit/angka, underscore, atau tanda dollar tetapi identifier tidak dapat dimulai dengan digit/angka.

Aturan Penamaan Variabel

Nama variabel harus diawali dengan sebuah huruf atau garis bawah (underscore) “_”

Nama variabel hanya boleh mengandung karakter alpha-numeric dan underscore (a-Z, 0-9, dan _ )

Nama variabel tidak boleh mengandung spasi.

4. String di PHP

Variabel string digunakan untuk nilai yang mengandung karakter string. Pada contoh berikut, skript PHP memberikan string "Hello World" pada variabel string bernama $txt :

$txt="Hello World";

echo $txt;

?>

Keluaran kode tersebut adalah : Hello World

Hanya ada satu operator string di PHP. Concatenation operator (.). digunakan untuk menggabungkan dua string. Contoh :

$txt1="Hello World";

$txt2="1234";

echo $txt1 . " " . $txt2;

?>

Keluaran kode tersebut adalah : Hello World 1234

5. Operator di PHP

Operator digunakan untuk menentukan sebuah nilai dengan melakukan suatu prosedur, atau dengan suatu operasi dari beberapa nilai. Nilai yang digunakan dalam sebuah operasi disebut operand. Penjumlahan adalah sebuah contoh sederhana dari suatu operasi.

Sebagai contoh : 2 + 4

2 dan 4 adalah sebuah operand. Ekspresi ini akan menghasilkan 6.

Arithmetic Operator (Operator Aritmatika)

PHP menggunakan operator arithmetic dasar :

Operator

Aksi

Contoh

Penejelasan

+

Penjumlahan

5 + 9

Menghasilkan nilai : 14

-

Pengurangan

9 - 4

Menghasilkan nilai : 5

*

Perkalian

5 * 6

Menghasilkan nilai : 30

/

Pembagian

20 / 4

Menghasilkan nilai : 5

%

Modulus

9 % 4

Menghasilkan nilai : 1

PHP mengabaikan karakter spasi dalam sebuah operasi. Ekspresi $x = 5 + 9 dengan dengan $x=5+9 akan menghasilkan nilai yang sama. Penggunaan spasi disesuaikan dengan keinginan dari para user.

Unary Operator

Tanda minus ( - ) digunakan dengan sebuah nilai numerik tunggal untuk menegatifkan sebuah bilangan (untuk membuat negatif bilangan postif atau membuat postif bilangan negatif).

Contoh :

$x = 2;

$y = -$x; // $y = -2

$i = -234;

$j = -$i; // $j = 234

Variable Assignment Operator

Tanda sama dengan ( = ) digunakan untuk mengatur atau menetapkan nilai suatu variabel. Oleh karena itu tanda tersebut dikenal sebagai operator penugasan.

Contoh :

$x = 1;

$y = x + 1;

$luas = $panjang * $lebar;

$statements = "Yes";

Variabel disebelah kiri tanda ( = ) akan diberikan nilai dari ekspresi disebelah kanan tanda ( = ).

Comparison Operator (Operator Perbandingan)

Operator perbandingan digunakan untuk menguji suatu kondisi. Ekspresi yang menggunakan operator perbandingan akan selalu menghasilkan nilai boolean, yaitu antara true (benar) atau false (salah).

Contoh :

$i = 4;

if ($i <>

// ekspresi '$i <>

if ($i > 6) print "tidak akan tercetak";

// ekspresi '$i > 6' adalah salah

Beberapa operator perbandingan yang lain adalah sebagai berikut :

Operator

Arti

Contoh

Menghasilkan benar (true) ketika :

==

Sama dengan

$i == $j

$i dan $j mempunyai nilai yang sama

<

Kurang dari

$i < $j

$i kurang dari $j

>

Lebih dari

$i > $j

$i lebih dari $j

<=

Kurang dari atau sama dengan

$i <= $j

$i kurang dari atau sama dengan $j

>=

Lebih dari atau sama dengan

$i >= $j

$i lebih dari atau sama dengan $j

!=

Tidak sama dengan

$i != $j

$i tidak sama dengan $j

<>

Tidak sama dengan

$i <> $j

$i tidak sama dengan $j

===

Identik

$a === $b

Benar jika $a sama dengan $b, dan keduanya memiliki type data yang sama.(hanya dalam PHP4)

Ingat !

Tanda ( == ) merupakan operator perbandingan untuk menguji suatu variabel sedangkan tanda ( = ) adalah operator penugasan untuk memberikan nilai kepada suatu variabel. Perhatikan dua contoh dibawah ini.

Contoh salah !

$i = 3;

if($i = 5) print "lima";

// akan mencetak lima. Pernyataan $i=3 akan diabaikan

$i = 3;

if(5 = $i) print "lima";

/* parse error terdapat kesalahan. PHP berusaha memberikan nilai

$i kepada bilangan 7

*/

Contoh Benar !

$i = 3;

if($i == 5) print "lima";

// $i == 5 menghasilkan nilai false (salah) sehingga pernyataan

// print "lima" tidak dijalankan.

$i = 3;

if(5 == $i) print "lima";

// 5 == $i menghasilkan nilai false (salah) sehingga pernyataan

// print "lima" tidak dijalankan.

$a = "7";

$b = 7.00;

print ($a == $b); // mencetak 1 (true)

print (($a == $b) and (gettype($a) == gettype($b))); // mencetak 0

Logical Operator (Operator Logika)

Operator logika digunakan untuk mengkombinasikan kondisi, sehingga beberapa kondisi dapat dievaluasi atau diperiksa dalam sebuah ekspresi. Sebagai contoh logika AND akan bernilai true jika semua kondisi benar. Tabel berikut ini menunjukkan semua anggota dari operator logika :

Operator

Contoh

Bernilai benar jika :

AND / and

$i && $j atau $i AND $j

$i dan $j bernilai bernilai benar

OR / or

$i || $j atau $i OR $j

Salah satu atau kedua variabel bernilai benar

XOR

$i XOR $j

Salah satu variabel bernilai benar, tetapi tidak keduanya benar

NOT

!$i

$i tidak bernilai benar

Contoh :

$i = 1;

$j = 2;

$k = 3;

if($i==1 && $j==2 && $k==3) print "akan tercetak";

// akan mengeksekusi pernyataan print

if($i==1 OR $k==3) print "akan tercetak";

// akan mengeksekusi pernyataan print

if($i==1 XOR $j==2) print "akan tercetak";

// tidak mengeksekusi pernyataan print karena kedua variabel //bernilai benar

if !($i==1 && $k==3) print "akan tercetak";

// tidak akan mengeksekusi pernyataan print

if (($i==1 && $k==3) XOR ($i==1 || $j=2) XOR ($i==1)) print "akan tercetak";

// akan mengeksekusi pernyataan print

String Concatenation Operator

Tanda titik ( . ) sebagai operator concatenate (penggabung) digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih nilai string menjadi sebuah string tunggal.

Contoh :

$subjek = "saya";

$predikat = "sedang belajar";

$objek = "PHP";

$kalimat = $subjek." ".$predikat." ".$objek;

print $kalimat; // akan mencetak saya sedang belajar PHP

print "$kalimatversi 3"; // akan akan mencetak 3

print "$kalimat versi 3"; // akan mencetak saya sedang belajar PHP versi 3

print "${kalimat} versi 3";// akan mencetak saya sedang belajar PHP versi 3

$bilangan = "1 ";

$bilangan .= "2 ";

$bilangan .= "3";

print $bilangan; // akan mencetak 1 2 3

Variable Assignment Shortcut

Pada PHP dimungkinkan untuk melakukan penggunaan jalan pintas untuk operator pada pernyataan penugasan dimana operand pertama adalah sebuah variabel dan hasilnya disimpan pada variabel yang sama.

Contoh

Ekivalen dengan

$x += $y

$x = $x + $y

$x -= $y

$x = $x - $y

$x *= $y

$x = $x * $y

$x /= $y

$x = $x / $y

$x %= $y

$x = $x % $y

$x &= $y

$x = $x & $y

$x |= $y

$x = $x | $y

$x ^= $y

$x = $x ^ $y

$x .= $y

$x = $x . $y

$x >>= 2

$x = $x >> 2

$x <<= 2

$x = $x <<>

$x++

$x = $x + 1

$x--

$x = $x - 1

Contoh :

$x = 10; // $x bernilai 10

$x++; // $x bernilai 11

$x = 10; // $x bernilai 10

++$x; // $x bernilai 11

tetapi,

$x = 10; // $x bernilai 10

$y = $x++; // $x bernilai 11 tetapi $y bernilai 10

$x = 10; // $x bernilai 10

$y = ++$x; // $x dan $y bernilai 11

// penugasan terjadi setelah penambahan

6. Control Structures di PHP

Skrip PHP terdiri dari rangkaian pernyataan. Sebuah pernyataan dapat berupa assignment, pemanggilan fungsi, sebuah loop, pernyataan kondisional atau bahkan pernyataan kosong. Pernyataan biasanya diakhiri dengan semikolon. Sebagai tambahan, pernyataan-pernyataan dapat dikelompokkan menjadi suatu kelompok pernyataan menggunakan kurung kurawal ( {} ). Sebuah kelompok pernyataan merupakan sebuah pernyataan juga.

IF

Syntax : if (expr) statement

Contoh : - if ($a > $b) print "a is bigger than b";

- Jika statemen lebih dari satu maka :

if ($a > $b) {

print "a is bigger than b";

$b = $a;

}

Else

if ($a > $b) {

print "a is bigger than b";

} else {

print "a is NOT bigger than b";

}

Elseif

if ($a > $b) {

print "a is bigger than b";

} elseif ($a == $b) {

print "a is equal to b";

} else {

print "a is smaller than b";

}

Switch

Pernyataan switch mirip dengan rangkaian pernyataan IF dengan ekspresi yang sama. Pernyataan switch digunakan untuk membandingkan variabel yang sama (atau ekspresi) dengan banyak nilai yang berbeda, dan menjalankan kode-kode yang berbeda tergantung pada nilai mana variabel tersebut sama.

Sangat penting untuk memahami bagaimana pernyataan switch dieksekusi agar terhindar dari kesalahan. Pernyataan switch dieksekusi per pernyataan. Di awal, tidak ada kode yang dieksekusi. Ketika pernyataan case sesuai dengan ekspresi pada switch, PHP mulai mengeksekusi pernyataan-pernyataan tersebut. PHP terus mengeksekusi pernyataan-pernyataan tersebut hingga akhir blok switch, atau pada saat pertama kali bertemu pernyataan break. Jika tidak ada pernyataan break, PHP akan mengeksekusi pernyataan-pernyataan pada case berikutnya. Contoh:

switch ($i) {

case 0:

print "i equals 0";

case 1:

print "i equals 1";

case 2:

print "i equals 2";

}

Pada pernyataan switch, kondisi (ekspresi) hanya diperiksa sekali dan hasilnya dibandingkan dengan setiap pernyataan case.

While

Perulangan while merupakan perulangan yang paling sederhana di PHP. Bentuk dasar pernyataan while adalah :

while (expr) statement

Pada while, PHP mengeksekusi pernyataan-pernyataan bersarang (nested statement(s)) berulang-ulang, selama ekspresi yang dievaluasi bernilai benar (TRUE). Nilai ekspresi tersebut diperiksa setiap saat di awal perulangan. Jika hasil evaluasi ekspresi adalah salah (FALSE) sejak awal, pernyataan-pernyataan bersarang tersebut tidak akan dijalankan meskipun sekali.

Contoh :

$i = 1;

while ($i <= 10) {

print $i++; /* the printed value would be

$i before the increment

(post-increment) */

}

Do ... while

Perulangan do..while loops hamper sama dengan perulangan while, kecuali kebenaran ekspresi dicek di akhir iterasi. Perbedaan mendasar dari perulangan while adalah iterasi pertama pada do…while pasti akan dijalankan.

Contoh :

$i = 0;

do {

print $i;

} while ($i>0);

For

Syntax : for (expr1; expr2; expr3) statement

Ekspresi pertama (expr1) dievaluasi (dieksekusi) sekali di awal perulangan. Di awal setiap iterasi, expr2 dievaluasi. Jika benar, perulangan dilanjutkan dan pernyataan-pernyataan bersarang dieksekusi. Jika salah, perulangan dihentikan. Di akhir setiap iterasi, expr3 dievaluasi (dieksekusi).

Contoh :

for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {

print $i;

}

7. Array di PHP

Array sederhana

Dalam PHP, sebuah variabel dapat dinyatakan sebagai sebuah tempat untuk sebuah nilai tunggal. Sedangkan Array adalah sebuah tempat untuk sekumpulan nilai. Sebuah array terdiri dari sejumlah element, yang masing-masing memiliki sebuah nilai - data yang tersimpan pada elemen array tersebut - dan sebuah key atau index, dimana elemen tersebut dapat dirujuk. Normalnya, sebuah index berupa integer. Secara default, array adalah basis nol, artinya elemen pertama dari array memiliki index nol. akan tetapi index dapat juga berupa string.

Bentuk sederhana array terdiri dari serangkaian elemen yang bertanda dimulai dari nol dan bertambah secara sekuensial. Sebagai contoh sebuah array bernama $branch, setiap elemen berisi nama kota cabang sebuah perusahaan.

$branch[0]

$branch[1]

$branch[2]

$branch[3]

$branch[4]

"Semarang"

"Surabaya"

"Medan"

"Bandung"

"Yogyakarta"

Array dalam PHP dapat berisi elemen dari sejumlah tipe data yang berbeda. Artinya array dalam PHP tidak harus memiliki tipe data yang sama. Setiap elemen dapat berupa tipe data apa saja.

Ada tiga jenis array di PHP:

Numeric array – Array dengan dengan kunci ID numerik

Associative array – Array dimana setiap kunci ID berasosiasi dengan sebuah nilai

Multidimensional array - Array yang menyimpan satu atau lebih array

Inisialisasi array

Ada banyak cara untuk melakukan inisialisasi sebuah array. Cara pertama yang sederhana adalah cukup dengan memberikan nilai kepada variabel array.

$branch[] = "Semarang";

$branch[] = "Surabaya";

$branch[] = "Medan";

Jika tanda kurung siku pada variabel array tidak diberikan nilai index, maka secara default maka element sebenarnya bernilai index 0,1,2,.... contoh dibawah akan menghasilkan array yang sama dengan contoh diatas.

$branch[0] = "Semarang";

$branch[1] = "Surabaya";

$branch[2] = "Medan";

Dalam prakteknya, pemberian index dilakukan secara sekuensial atau berurutan. Tetapi dilain hal dapat dilakukan peng-indekkan secara acak sesuai keinginan user.

$branch[20] = "Semarang";

$branch[22] = "Surabaya";

$branch[23] = "Medan";

print $branch[23] // print Medan

Array tersebut memiliki tiga buah elemen juga tetapi indeksnya merupakan bilangan acak yaitu 20, 22, 23.

Jika menginginkan jumlah dari elemen array yang terdapat pada sebuah variabel array, dapat digunakan fungsi count(). Fungsi tersebut mengembalikan nilai fungsi berupa integer yang menyatakan jumlah elemen array.

$branch[20] = "Semarang";

$branch[23] = "Surabaya";

$branch[] = "Medan"; // memiliki indeks 24

// bilangan indeks kedua setelah

// bilangan indeks terbesar

print count ($branch) // print 3

print $branch[] // print nothing

print $branch[24] // print Medan

Cara lain untuk menginisialisasi array adalah dengan konstruksi array array(). Nilai dikirimkan kedalam array yang akan diberikan.

$branch = array("Semarang", "Surabaya", "Medan");

print $branch[2]; // print Medan

Jika user ingin mengesampingkan indeks secara default, operator (=>) dapat digunakan untuk memberikan indeks spesifik untuk elemen array. Pada contoh sebelumnya $branch memiliki tiga elemen dengan indeks 0, 1, dan 2. jika user menginginkan array dengan basis satu (indeks dimulai dari 1, 2, 3, ...), maka dapat dituliskan dengan menggunakan operator (=>).

$branch = array(1 => "Semarang", "Surabaya", "Medan");

$city = array("Solo", 7 => "Gresik", "Brastagi");

print $branch[3]; // print Medan

print $city[8]; // print Brastagi

8. Form di PHP

Contoh Form :

Name:

Age:

Contoh halaman HTML di atas mengandung dua field input dan sebuah tombol submit. Ketika user mengisi form dan mengklik tombol submit, data form akan dikirim ke file.

File "welcome.php" :

Welcome .

You are years old.

Keluaran dari skrip tersebut adalah :

Welcome John.

You are 28 years old.

Untuk mengambil data form di PHP digunakan variabel $_GET atau $_POST.

posted by gazali kareba @ 17:56 0 comments
materi php
Rabu, 2009 Mei 20

cara mengUP-LOAD FILE


PHP membuat semuanya menjadi lebih mudah dalam menangani upload file. Untuk membuat form upload pastikan kita menyertakan atribut enctype="multipart/form-data"post. Oke langsung saja kita lihat kode HTML berikut ini: dan pastikan methodnya adlaha

<form method="post" action="" enctype="multipart/form-data">
<input type="file" name="myfile"> 
<input type="submit" name="Submit" value="Submit">
form>

Seperti yang kita lihat, kita me,mberi nama pada field upload kita "myfile". Nama ini sangat penting, karena ketika file telah diupload maka file tersebut otomatis diberi nama yang unik dan disimpan di temporary direktori. Tentu saja url path ke filenya bisa diakses, karena otomatis akan muncul variabel global yang memiliki nama yang sama dengan field upload kita, dalam hal ini myfile. Akan ada 4 variabel baru yang semuanya diawali dengan myfile dan diikuti dengan garis bawah (underscore), yaitu:

  • $myfile. Variabel ini berisi informasi lokasi file di server.
  • $myfile_name. Nama file asli ketika masih dikomputer klien.
  • $myfile_size. Ukuran dari file (dalam satuan bytes).
  • $myfile_type. Tipe file.

Upload sederhana


Langsung saja kita coba contoh upload berikut ini, simpan dengan nama upload.php:

<html>
<head>
<title>Upload filetitle>
head>
<body>
if ( isset( $upload ) ) { 
    echo "Lokasi File: $myfile
"
;
    echo "Nama File: $myfile_name
"
;
    echo "Ukuran: $myfile_size bytes
"
;
    echo "Tipe File: $myfile_type
"
;
    copy
( $myfile, "$myfile_name") or die ("Gagal mengupload");
}
?>
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="post">
<input type="file" name="myfile"><br>
<input type="submit" value="upload" name="upload">
form>
body>
html>

Ketika tombol upload ditekan, maka url path file tersebut akan disimpan di variabel $myfile dan kita tampilkan dibrowser. Kita juga menampilkan nama file yang tersimpan pada variabel $myfile_name, ukuran file di variabel $myfile_size dan tipe file di variabel $myfile_type.

Kita menggunakan fungsi copy() untuk memindahkan file dari komputer kita direktori sementara di server kita. Fungsi copy() membutuhkan dua argumen yaitu lokasi awal file dan lokasi baru diserver. Jika kita ingin mengupload nya ke suatu folder diserver (katakanlah kita simpan difolder images) maka kita perlu mengubahnya menjadi: copy ( $myfile, "images/$myfile_name")


Upload yang lebih kompleks


Sekarang mari kita coba membuat fungsi upload yang jauh lebih rumit. Misalkan kita ingin membuat fungsi upload dimana file yang diupload harus file jpg, dan ukurannya tidak boleh lebih besar dari 100Kb serta panjang dan lebar gambar tidak boleh lebih dari 100 piksel. Kelihatannya rumit kan ? Mari kita coba kode berikut dan simpan dengan nama upload2.php:

<html>
<head>
<title>Upload filetitle>
head>
<body>
if ( isset( $upload ) ) { 
echo "Lokasi File: $myfile
"
;
echo "Nama File: $myfile_name
"
;
echo "Ukuran: $myfile_size bytes
"
;
echo "Tipe File: $myfile_type
"
;
if ( $myfile_type == "image/pjpeg" ) {
    if ($myfile_size <= 102400 ) {
        list($width, $height) = @getimagesize("$myfile");
        if ( $width <= 100 && $height <= 100 
) {
            copy ( $myfile, 
"$myfile_name") or die ("Couldn't copy");
            echo "File anda telah sukses diupload";
        } else {
            echo "Ukuran panjang dan lebar gambar terlalu besar";
        }
    } else {
        echo "Ukuran file tidak boleh lebih dari 100Kb";
    }
} else {
    echo "File harus JPG!!";
}
}
?>
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="post">
<input type="file" name="myfile"><br>
<input type="submit" value="upload" name="upload">
form>
body>
html>

PHP tidak memiliki kemampuan untuk membuat progress bar ketika file diupload. Karena PHP tidak dapat mengetahui berapa bagian yang telah diupload dan berapa yang belum. Kita perlu menggunakan CGI. Tetapi entah dengan PHP terbaru, siapa tau sudah memiliki class atau fungsi untuk membuat progress bar.

Pertama-tama yang kita lakukan adalah mengecek apakah file kita jpg dengan cara mengecek $myfile_type. Jika hasil dari variabel $myfile_type adalah "image/pjpeg", maka bisa dipastikan bahwa file kita adalah jpg. Berikutnya kita melakukan pengecekan apakah ukuran filenya tidak lebih besar dari 100Kb dengan mengecek variabel $myfile_size. Ingat bahwa 100Kb = 102400Bytes(Rumusnya 1Kb=1024Bytes). Kemudian kita menggunakan fungsi getimagesize() untuk menemukan panjang dan lebar dari gambar yang kita simpan dengan array menggunakan fungsi list(). Kemudian kita cek panjang dan lebar dari gambar apakah tidak lebih dari 100 piksel. Jika semuanya terpenuhi maka filenya tinggal kita copy. Cukup mudah kan ? gampang... anda pasti bisa.

Ingat, berhati-hatilah dalam membuat upload file. Saringlah file yang mau diupload, jika anda hanya menginginkan orang mengupload file jpg ya anda harus cek apakah file yang diupload benar-benar file jpg. Bagaimana jika nanti yang diupload malah virus? karena itu waspadalah, waspadalah!!

posted by gazali kareba @ 23:00 0 comments
sejarah teknologi informasi
Selasa, 2009 Mei 12

SEJARAH TEKNOLOGI INFORMASI

Alat Manual
Alat manual untuk mengolah data sudah digunakan sejak jaman primitif.
Bangsa Barbara menggunakan batu karang yang digoreskan untuk mencatat data. Batu karang yang digoreskan ini disebut petroglyphs. Di timur tengah bangsa Babylonia dan Sumeria menggunakan tablet tanah liat untuk melakukan perhitungan dan pencatatan informasi. Bangsa Yunani dan Romawi menggunakan lempengan kayu yang dilapisi lilin dan kulit bianatang sebagai tempat pencatatan data dan menggunakan kayu, tulang ataupun metal sebagai alat tulisnya.

Pada abad 17 ahli matematika Skotlandia menciptakan alat yang dibuat dari tulang untuk perhitungan perkalian yang disebut Napier’s Bones.

Alat Mekanis
Pascaline merupakan mesin penghitung mekanis pertama yang diciptakan oleh Blaise Pascal. Mesin ini hanya dapat melakukan penambahan dan pengurangan saja.
Charles Babbage menciptakan Babbage’s Difference Engine dan kemudian mengembangkan dengan konsep yang lebih mendalam dan umum menjadi Babbage’s Analytical Engine. Prinsip kerja mesin ini merupakan dasar kerja dari komputer sekarang. Mesin ini dapat melakukan operasi pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Alat Elektronis
1. Generasi Pertama (1942 -1959 )
? Komponen terbuat dari tabung hampa (Vacuum Tube)

Gambar 1. Tabung Hampa

? Program berupa bahasa mesin (Machine Languange)
? Menggunakan konsep store program dengan memori utamanya adalah magnetic core storage
? Menggunaka simpanan luar magnetic tape dan magnetic disk
? Karakteristik :
- Ukuran besar
- Cepat panas
- Prosesnya kurang cepat
- Kapasitas untuk penyimpanan data kecil
- Membutuhkan daya listrik besar
- Orientasinya terutama pada aplikasi bisnis
Contoh : Eniac (Electronic Numerical Integrator and Calculator)

Gambar 2. Eniac

2. Generasi Kedua (1959 -1965)
? Komponennya terbuat dari transistor untuk sirkuitnya

Gambar 3. Transistor

? Program dapat dibuat dalam bahasa tingkat tinggi (high level language seperti Fortran, Cobol, dan Algol
? Kapasitas memori utama sudah cukup besar dengan pengembangan dari magnetic core storage, dapat menyimpan puluhan ribu karakter
? Menggunakan simpanan luar magnetic tape dan magnetic disk yang berbentuk removable disk atau disk pack
? Mempunyai kemampuan real time dan time sharing
? Karakteristik :
- Ukuran fisik lebih kecil dari generasi pertama
- Proses operasi sudah cepat
- Kapasitas memori lebih besar
- Membutuhkan lebih sedikit daya listrik
- Orientasinya pada aplikasi bisnis dan teknik
Contoh : IBM 1401 yang digunakan oleh kalangan industri

Gambar 4. Komputer IBM

3. Generasi Ketiga (1965 -1970)
? Komponen yang dipergunakan adalah IC (Integrated Circuit)
? Peningkatan Software
? Pengembangan alat input output
? Memungkinkan untuk melakukan Multiprocessing dan Multi programming
Contoh : IBM system 360, UNIVAC 1108

4. Generasi Keempat (1970 -1983)
Ada dua perkembangan yang dianggap sebagai generasi keempat
1. Penggunaan LSI (Large Scale Integration) atau Bipolar Large Scale Integration yang merupakan pemadatan dari beribu IC dijadikan satu dalam sebuah chip

Gambar 5. Chip

2. Perkembangan komputer mikro yang menggunakan microprocessor dan semiconductor yang berbentuk chip untuk memori komputer (Internal Memory), sedangkan komputer generasi sebelumnya masih menggunakan magnetic core storage.

Gambar 6. Komputer palmtop

5. Generasi kelima
Komputer kelima sedang dalam pengembangan . Komponen yang dipergunakan adalah VLSI dan ULSI. Juga sedang dikembangkan Josephson Junction, teknologi yang kemungkinan bisa menggantikan chip.

Komponen Teknologi Informasi
Komponen teknologi informasi terdiri dari :
1. Hardware (CPU, memory, I/O device, Interconnector)
2. Software (Sistem Operasi, program paket, program aplikasi)
3. Brainware (Analis, Programmer, manajer, Database Administrator)
4. Firmware (Instruksi yang disimpan permanent dalam ROM)
5. Infoware (user manual, SOP, cyber law)

Gambar 8. Abstraksi komponen Teknologi Informasi dengan user

Gambar 9. Desakan pengembangan arsitektur komputer

posted by gazali kareba @ 03:40 0 comments


pengantar teknologi informasi


Teknologi Informasi adalah suatu teknologi
yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan
informasi yang berkualitas, yaitu informasi
yang re levan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,
dan pemerintahan dan merupakan informasi
yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat
komputer untuk mengolah data, sistem
jaringan untuk menghubungkan satu
komputer dengan komputer yang lainnya
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi
dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri
utamanya adalah tanah merupakan faktor
produksi yang paling dominan. Sesudah
terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya
mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke
arah ekonomi industri dengan ciri utamanya
adalah modal sebagai faktor produksi yang
paling penting. Menjelang peralihan abad
sekarang inl, cenderung manusia menduduki
tempat sentral dalam proses produksi, karena
tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini
berdasar pada pengetahuan (knowledge
based) dan berfokus pada informasi.

Teknologi adalah
• Ilmu yang berkaitan dengan seni atau sains dengan pengaplikasian pengetahuan saintifik ke praktis
• Aplikasi praktis dari sains dalam industri dan bisnis
Teknologi Informasi : teknologi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data/informasi tersebut dalam batas – batas ruang dan waktu.
Teknologi informasi merupakan pengembangan dari teknologi komputer dipadukan dengan teknologi telekomunikasi.
Komputer hanyalah salah satu produk dalam domain teknologi informasi. Modem, Router, Oracle, SAP, Printer, Cabling System, VSAT dan sebagainya merupakan contoh – contoh dari produk – produk teknologi informasi.

Defenisi Sistem Informasi
Sistem : Kumpulan dari komponen – komponen yang memiliki unsur keterkaitan dan terintegrasi antara satu dengan lainnya dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan.
Sistem Informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen – komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.

Pada masa lalu Teknologi Informasi yang digunakan berupa goresan/gambar, arsip, telegraf, dan lain – lain. Pada masa kini Teknologi Informasi yang digunakan antara lain berupa komputer, faks, telekonferensi.

Label: